KUNJUNGAN LAPANGAN RedR INDONESIA KE KANTOR BPBD KAB. PACITAN

PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan mendapat kunjungan lapangan dari RedR Indonesia pada Senin, 8 April 2019 di Kantor BPBD Pacitan. Kunjungan lapangan oleh RedR Indonesia dilatarbelakangi dengan adanya bencana alam yang sering terjadi di Indonesia terutama Kabupaten Pacitan. Berdasarkan hal tersebut, sampai saat ini Indonesia telah mengembangkan skema dan sistem untuk memitigasi risiko bencana dan cara memberi bantuan darurat kepada penduduk terdampak manakala terjadi darurat bencana.

Kegiatan kunjungan lapangan diikuti sebanyak 10 peserta dari sejumlah negara yang memiliki minat kerja di sektor kebencanaan dan bantuan kemanusiaan. Dalam pelaksanaan kegiatan, difasilitatori oleh Bennu Usdianto, Mark Errington dan Robert Hodgson. Disela kunjungannya ke kantor BPBD, Tim RedR Indonesia dikenalkan dengan berbagai fasilitas dan peralatan yang berada di kantor BPBD. Selain kantor BPBD, Tim RedR Indonesia akan melakukan kunjungan lapangan langsung ke daerah yang pernah terdampak bencana yaitu Desa Klesem Kecamatan Kebonagung. Direncanakan kunjungan di Kabupaten Pacitan akan berlangsung selama 6 hari terhitung mulai hari Minggu (7 April 2019) sampai dengan Sabtu (13 April 2019).

Redr Indonesia adalah lembaga kemanusiaan yang bekerja untuk meningkatkan bantuan darurat internasional. Dengan kata lain, RedR Indonesia adalah bagian dari jaringan organisasi internasional yang telah terakreditasi dan masing-masing dapat berbagi visi misi yang sama. Nantinya, kegiatan kunjungan lapangan ini akan dilakukan observasi di lapangan untuk mengembangkan wawasan mengenai bantuan kemanusiaan melalui pertemuan dengan para pelaku bantuan kemanusiaan dari kelompok masyarakat di desa dan dari lembaga pemerintah daerah terkait. Serta para peserta nantinya akan tinggal bersama dengan masyarakat desa.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman praktik untuk respon kebencanaan kepada peserta yang bekerja di sektor kebencanaan. Tujuan lainnya membantu peserta memahami bahwa pekerjaan tanggap darurat bencana sangatlah kompleks dan meskipun telah memiliki latar belakang yang relevan, mereka akan tetap memerlukan pelatihan khusus sebelum dapat turun bekerja efektif ke lapangan. Disisi lain, kegiatan seperti ini merupakan kesempatan belajar secara praktis yang dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan baik nantinya kepada masyarakat di desa maupun lembaga pemerintah.(psdtn)