AKSI GERAKAN NASIONAL DENGAN APEL 1000 RELAWAN

PACITAN – BPBD Kabupaten Pacitan menggelar Apel 1000 Relawan yang merupakan puncak dari kegiatan Sekolah Laut dalam rangkaian Aksi Gerakan Nasional Pengurangan Risiko Bencana pada Sabtu, 4 Nopember 2017 di Lapangan Pancer Timur Desa Kembang Kecamatan Pacitan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan kepada masyarakat bagaimana kondisi lingkungan sekitar dari segi saintifik serta dipadukan pengalaman dan pengetahuan dari tiap-tiap daerah di Kabupaten Pacitan. Hal itu  diharapkan ada satu pengetahuan baru bagaimana sebetulnya kalau menghadapi tsunami karena Tsunami bisa bergerak kapan saja dan masyarakat harus selalu siap.

Kegiatan tersebut diawali dengan agenda Susur Sungai kemudian dilanjutkan Apel 1000 relawan dan penyematan Pin Komunitas Pesisir. Agenda selanjutnya penanaman vegetasi pantai yaitu mangrove, simulasi laka laut dari Tim TRC BPBD, Pertunjukan teatrikal dari saka bahari, lomba mewarnai, Bazar produk olahan laut dari PKK Desa Kembang dan Desa Sirnoboyo serta Pertunjukan surfing club dari PSC (Pacitan Surfing Club).

Dalam amanatnya, pembina apel sekaligus Bupati Pacitan Indartato mengatakan bahwa manfaat dari kegiatan sekolah laut ini sangat besar, minimal dapat mengkampanyekan bahwa Risiko Bencana perlu ditanggulangi bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh elemen yang  ada di Kabupaten  Pacitan.

Acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. Syamsul Maarif M.Si (Ketua Dewan Pembina PUSPPITA), Lilik Kuriniawan, ST.,M.Si (Direktur Pengurangan Risiko Bencana Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB), Pinky Hidayati, M.Psi (Kasi Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Timur), Indartato (Bupati Pacitan), Luki Tri Baskorowati Indartato (Ketua TP PKK Kab. Pacitan),  Yudi Sumbogo (Wakil Bupati Pacitan), serta Suko Wiyono (Sekretaris Daerah Kab. Pacitan). Peserta Apel 1000 relawan terdiri dari OPD terkait, TNI, POLRI, Relawan, Masyarakat, Dunia Usaha, Komunitas, dan lain-lain.

Harapannya dengan adanya ekosistem mangrove di daerah pesisir mempunyai fungsi antara lain (1) sebagai pelindung pantai dari gempuran ombak, arus dan angin, (2) sebagai tempat berlindung, berpijah atau berkembangbiak dan daerah asuhan berbagai jenis biota,(3) sebagai hutan lindung yang mempengaruhi pengaliran massa air di dalam tanah. Sistem perakaran yang khas pada tumbuhan mangrove dapat menghambat arus air dan ombak, sehingga menjaga garis pantai tetap stabil dan terhindar dari pengikisan (abrasi).