ANTISIPASI POTENSI BENCANA, BPBD KAB. PACITAN ADAKAN RENCANA KONTIJENSI

PACITAN – Paradigma penanggulangan bencana saat ini mulai minitikberatkan pada pengurangan risiko bencana (PRB). Berdasarkan hal tersebut diperlukan suatu rencana kontijensi dalam mencapai hal tersebut. Selain itu, kegiatan penyusunan rencana kontijensi ini juga merupakan strategi pencegahan bencana, dimana sesuai dengan UU No. 24/Tahun 2017, tentang Penanggulangan Bencana, penyelenggaraan penanggulangan bencana harus mengimplementasikan tahapannya dari berbagai aspek, meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi.

Penyusunan rencana kontijensi (renkon) pada hakikatnya adalah suatu proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada ancaman yang mungkin terjadi dari potensi bencana yang ada, sehingga penyusunan renkon ini merupakan proses untuk menentukan prosedur operasional dalam merespon kejadian khusus dengan memaksimalkan sumberdaya dan kapasitas yang dimiliki oleh daerah terdampak dalam merespon secara tepat waktu, efektif, dan sesuai prosedur. Tujuan utama dari penyusunan renkon adalah untuk meminimalisasi dampak ketidakpastian dengan melakukan pengembangan skenario dan proyeksi kebutuhan saat keadaan darurat yang harus dipahami dan disepakati oleh seluruh stakeholder yang ada. Suatu renkon mungkin saja tidak pernah diaktifkan jika keadaan yang diperkirakan tidak pernah terjadi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan mengadakan kegiatan penyusunan rencana kontijensi penanggulangan bencana pada Rabu 16 Mei 2018. Bertempat di Kantor Kecamatan Tulakan, kegiatan penyusunan rencana kontijensi penanggulangan bencana dengan ancaman bencana tanah longsor diikuti sebanyak 200 orang peserta yang terdiri perangkat dan masyarakat desa di Kecamatan Tulakan. Kecamatan Tulakan memiliki 16 desa diantaranya adalah Desa Jetak, Desa Nglaran, Desa Wonoanti, Desa Padi, Desa Kluwih, Desa Bungur, Desa Tulakan, Desa Jatigunung, Desa Kalikuning, Desa Gasang, Desa Ngile, Desa Bubakan, Desa Losari, Desa Ngumbul, Desa Wonosidi, dan Desa Ketro.

Kegiatan ini dibuka oleh Camat Tulakan, Dodik Soemarsono. Rangkaian/tahapan kegiatan ini melibatkan narasumber dari Dokter Spesialis Emergensi RSUD Pacitan, Kepala Desa Sirnoboyo, Dosen Prodi Teknik Sipil UNMER Madiun, dan Kasubag Produk Hukum Peraturan Bagian Hukum Setda Kab. Pacitan dengan materi Regulasi proses pengobatan untuk masyarakat, Tata cara pembuatan peraturan desa, Desa tangguh bencana dan Implementasi Upaya Peningkatan Destana dalam APBDes.

Diharapkan dengan adanya kegiatan penyusunan rencana kontijensi penanggulangan bencana dengan ancaman bencana tanah longsor di Kecamatan Tulakan dapat menjadi wujud kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko bencana yang ada.(mrp)