BPBD Mendistribusikan Air Bersih ke Tiga Kecamatan di Wilayah Kab. Pacitan

PACITAN – Distribusi bantuan air bersih dalam upaya penanganan darurat bencana kekeringan mulai dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan. Pada Selasa, 29 Agustus 2017 merupakan hari pertama pendistribusian bantuan air bersih ke daerah yang berpotensi mengalami kekeringan dengan kategori III. Daerah yang mendapatkan pendistribusian bantuan air bersih pada hari pertama adalah masyarakat di 4 Desa dari 3 Kecamatan di Kabupaten Pacitan, diantaranya :

No Kecamatan Desa Dusun
1. Pringkuku Ngadirejan Salam
Jlubang Citro
Melikan
2. Pacitan Sambong Sengon
Nglaban
3. Kebonagung Plumbungan Krajan
Gebang

Bantuan air bersih didistribusikan sebanyak 2 tangki untuk tiap desa dengan kapasitas ± 6000 ℓ tiap tangki. Bantuan air bersih sangat diperlukan bagi daerah terdampak bencana kekeringan, mengingat air bersih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari bagi warga seperti minum dan memasak.

Pemberian bantuan air bersih disambut baik oleh warga daerah terdampak karena kebutuhan air bersih mereka dapat tercukupi. Selain itu warga tidak perlu bersusah payah berjalan jauh ke sumber mata air untuk mengantri guna mencukupi kebutuhan mereka. Turut serta dalam pemberian bantuan air bersih berasal dari unsur TNI, baik Danramil maupun Babinsa sesuai wilayah rayon mereka. Keikutsertaan ini merupakan perintah langsung dari Pangkodam untuk meningkatkan peran serta TNI dalam sinergitasnya dengan pihak BPBD untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.

Musim kemarau atau disebut juga musim kering adalah musim di daerah tropis yang dipengaruhi oleh sistem muson. Untuk dapat disebut musim kemarau, curah hujan per bulan harus di bawah 60 mm per bulan (atau 20 mm per dasarian) selama tiga dasarian berturut-turut. Menurut BMKG, Musim kemarau pada tahun 2017 ini tidak sekering tahun 2015 dan tidak sebasah tahun 2016. Berdasarkan hal tersebut, Kabupaten Pacitan sebagai daerah yag mempunyai kerawanan terhadap bencana kekeringan mulai melakukan pendistribusian air bersih ke daerah potensi kekeringan terutama untuk daerah dengan kategori III (Kering kritis). Diharapkan dengan adanya distrubusi air bersih ini dapat membantu masyarakat terdampak bencana kekeringan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.