Geladi ruang ancaman gempa tsunami di Kabupaten Pacitan

img_0910  Bpbd.pacitankab.go.id, 10-11 Oktober 2016 dalam menambah kesiapsiagaan mitigasi penanggulangan bencana khususnya bencana gempabumi dan tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaksanakan “Workshop Penguatan UPT BMKG dan BPBD Dalam Memahami Rantai Peringatan Dini Tsunami”. kegiatan ini dihadiri M. Riyadi selaku Kepala pusat bidang gempa bumi BMKG Jakarta, Widada Sulistya, DEA Sekretaris Utama BMKG, Indartarto Bupati Pacitan berserta wakil bupati, dan juga Kepala BPBD Kabupaten Pacitan Tri Mudjiharto.

img_0911Dalam kegiatan ini juga melibatkan BMKG se-jawa timur, beberapa SKPD terkait, unsur media dan dari Masyarakat supaya dalam penanggulangan bencana tiap unsur pemerintah dan masyarakat mengerti tupoksi masing-masing. DEA Sekretaris utama BMKG  menyampaikan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki aktifitas gempa yang kecil kecuali wilayah provinsi Kalimantan dengan rata-rata jumlah gempa 4500 kali/tahun, 360 kali diantara >5,0 skala richter.

Salah satu alasan kenapa pacitan dilaksanakan kegiatan ini dapat dilihat dari indeks resiko gempa bumi Pacitan merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki skor dan kelas resiko yang tinggi di Wilayah Jawa Timur, sehingga perlu pemahaman dan pelatihan penguatan kesiapsiagaan sumber daya manusia di Pacitan.

img_1005Dihari ke-2 pelaksanaan gladi ruang yang mana gladi ini lebih mengacu pada teori. peserta dari BMKG sawahan, SKPD terkait, unsr media dan masyarakat harus saling berperan aktif dalam proses evakuasi gempabumi dan tsunami, sehingga rantai peringatan dini dapat berjalan sesuai rencana.

img_1018Dalam kegiatan ini diharapkan semua instansi/lembaga, media, masyarakat dalam mengerti rantai peringaan dini yang mana itu menjadi acuan atau petunjuk penyampaian informasi apabila terjadi gempa, dan proses evakuasi apabila sampai terjadi tsunami.(ars)