KUNJUNGAN LAPANGAN UNTUK MENILAI KEMAJUAN PEMULIHAN DAN PENINGKATAN SOSIAL EKONOMI di WILAYAH PASCABENCANA, DUSUN NGASEM DESA KEDUNGBENDO KECAMATAN ARJOSARI KAB. PACITAN

PACITAN – Dalam rangka meninjau hasil pelaksanaan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pada sektor sosial dan sektor ekonomi yang telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2016, BNPB bidang rehabilitasi dan rekonstruksi melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Pacitan pada Senin, 12 Juni 2017.

Kunjungan lapangan dari BNPB ini dihadiri oleh Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi, Ir. Siswanto Budi P.,MM, selain itu tampak turut dalam kunjungan tersebut antara lain Kasi Peningkatan Ekonomi, Syavera.,ST.,MT serta perwakilan dari Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi Putri Mita Hanifah, S.Psi. Agenda dalam kunjungan ini adalah melakukan kegiatan pembinaan pendampingan ekonomi di wilayah pascabencana Tahun Anggaran 2016. Seperti diketahui, pada Tahun Anggaran 2016 wilayah Kabupaten Pacitan mendapat program kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pada sektor ekonomi di wilayah pascabencana. Wilayah Kabupaten Pacitan yang mendapat program tersebut adalah Dusun Ngasem Desa Kedungbendo Kecamatan Arjosari.

Dalam rangkaian kunjungan lapangan ke Dusun Ngasem, Desa Kedungbendo Kecamatan Arjosari, BPBD Pacitan turut hadir dan mendampingi. Tim BPBD yang menjadi pendamping pada kegiatan ini yakni Kepala seksi rehabilitasi dan rekonstruksi, Sugijono beserta staf dan Kepala seksi pencegahan dan kesiapsiagaan, Diannita Agustinawati.,SE.

Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pada sektor ekonomi pascabencana ini disesuaikan dengan potensi unggulan suatu wilayah terutama untuk memulihkan mata pencaharian dan perekonomian di daerah terkena bencana. Diharapkan dengan adanya peningkatan sosial ekonomi diwilayah pascabencana pertumbuhan ekonomi di wilayah pascabencana lebih produktif serta dengan bertumpu kepada produk unggulan melalui pemberdayaan masyarakat korban bencana, akan semakin meningkatkan partisipasi masyarakat luas dalam pengurangan risiko bencana.