MBAGUN CANDI SAPTO ARGO

Pacitan, 22 Oktober 2016. Guna memperkuat kapasitas dan jati diri rakyat Amarta dalam konteks spiritual, Begawan Abiyoso (kakek dari Pandawa) bermaksud membangun Candi Sapto Argo. Peningkatan kapasitas juga dapat diartikan membangun kearifan lokal dalam hal mitigasi bencana. Di sisi lain pembangunan candi sebagai simbol tempat ibadah dan sentra publik juga harus memperhatikan Rencana Tata Ruang sehingga tidak mengganggu ekosistem disekitarnya. Itulah cuplikan sinopsis dari pegelaran wayang kulit yang di selenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Alun-alun Kabupaten Pacitan.

Perpaduan edukasi dan hiburan pertunjukkan rakyat wayang kulit oleh Ki Purbo Asmoro di ikuti oleh beberapa warga negara dari Amerika, Inggris, Jepang dan Australia serta Kepala Bidang Hubungan Masyarakat BNPB Dra. Rita Rosita Simatupang bersama-sama mensukseskan Budaya Sadar Bencana sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat pacitan terhadap bencana. Di hadiri oleh Bupati Pacitan Indartato  serta Wakil Bupati Yudi Sumbogo serta aparatur pemerintahan kabupaten pacitan, jajaran TNI, Polri, Dishub, Sat Pol PP bersama-sama menyaksikan pagelaran wayang kulit yang bertepatan dengan hari Santri Nasional.

Dengan di adakan acara ini di harapkan selain dapat membangkitkan kesadaran masyarakat Pacitan terhadap potensi bencana, pembangunan sumberdaya manusia tangguh bencana sangatlah penting. Demikian pula konsep pembangunan fisik harus mengedepankan sisi aman bencana.