Pengembangan Desa Tangguh Bencana (DESTANA 2018) Disinergikan

PACITAN – Guna meningkatkan masyarakat tangguh bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan mengadakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Desa Tangguh Bencana selama 8 hari di wilayah Kecamatan Tulakan terhitung mulai 23 April s/d 4 Mei 2018. Hal ini merupakan pengembangan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana yang juga sejalan dengan Visi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB): “Ketangguhan bangsa dalam menghadapi bencana”.

Desa Tangguh Bencana adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan berdasarkan Perka BNPB Nomor 1 Tahun 2012. Konsep Desa Tangguh Bencana (DESTANA) yang ditetapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa masyarakat harus turut berperan aktif dalam proses pengurangan risiko bencana.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Desa Tangguh Bencana dilaksanakan di 4 (empat) desa di Kecamatan tulakan yaitu Desa Gasang, Desa Kalikuning, Desa Ngile dan Desa Bubakan. Dengan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, diantaranya adalah Pujono (Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kab. Pacitan), Diana Rendrarini (Akademisi UNMER MADIUN), Indar Siswoyo (Fasilitator Sekolah Laut), Anang Sukanto (Ketua Forum Pacitan Sehat), Rini Endrawati (Kepala UPT PUSKESMAS Desa Bubakan Kec. Tulakan), M.Rosyid (Staf Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kab. Pacitan), dan Aris Saputra (Staf Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kab. Pacitan).

Komponen terpenting dalam kegiatan ini adalah terbentuknya sebuah kesadaran dan kerjasama antara masyarakat, pemerintah desa, puskesmas, MUSPIKA Tulakan, dan BPBD Pacitan dalam merealisasikan DESTANA Tulakan.(mrp)