PENGEMBANGAN SEKOLAH/MADRASAH AMAN BENCANA Di SDN KEMBANG

Pada tanggal 13-15 Oktober 2017 BPBD Kabupaten Pacitan melaksanakan pengembangan kegiatan sekolah/madrasah aman bencana (SMAB) yang melibatkan aparatur sekolah di SDN Kembang Desa kembang Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Tri Mudjiharto. Bentuk kegiatan antara lain workshop persiapan penerapan SMAB stakeholders, pelatihan bagi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah dan pemerintah desa, pelatihan anak/siswa, workshop penyusunan rencana aksi dan pembentukan tim siaga bencana di sekolah, workshop pembuatan prosedur tetap tanggap darurat bencana sekolah, peta jalur evakuasi rambu evakuasi, titik kumpul dan pembuatan media publikasi sekolah.

Tujuan kegiatan ini antara lain:

  1. Membangun budaya siaga, budaya aman dan budaya pengurangan risiko bencana di sekolah.
  2. Membangun ketahanan dalam menghadapi bencana oleh warga sekolah secara terencana, terpadu dan terkoordinasi dengan pemanfaatan sumber daya yang tersedia dalam rangka memberikan perlindungan kepada warga sekolah dari ancaman dan dampak bencana.
  3. Menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan ke masyarakat luas melalui jalur pendidikan sekolah.
  4. Memberikan rekomendasi kepada pihak terkait tentang kondisi struktur bangunan sekolah
  5. Mengembangkan dan menindaklanjuti program sekolah dan madrasah aman dari bencana.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Pacitan dan diikuti oleh seluruh komponen sekolah diantaranya semua guru SDN Kembang dan siswa siswi SDN Kembang. Hadir dalam kegiatan SMAB di SDN Kembang adalah Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Sekretaris Pelaksana BPBD Pacitan, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, fasilitator lokal SMAB, perwakilan dari UPT Dinas Pendidikan, Kepala Desa Kembang, serta Kepala SDN Kembang. Hadir pula, Kepala seksi kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Timur sebagai pendukung dalam kegiatan SMAB ini.

Salah satu tujuan kegiatan ini adalah dilaksanakan gladi lapang evakuasi bencana gempa dan tsunami di lingkungan sekolah oleh seluruh warga sekolah. Diakhiri dengan evaluasi, disampaikan bahwa kesiapsiagaan warga sekolah sudah cukup baik walaupun masih ada sedikit kekurangan koordinasi antar pengurus tim siaga sekolah dalam pelaksanaan gladi lapang.