Penyusunan Bussiness Continuity Plan (BCP) Dalam Membangun Ketangguhan Menghadapi Risiko Bencana

Pacitan – Bencana pada dasarnya sulit diprediksi dan diperkirakan secara pasti kekuatannya. Berangkat dari ketidakpastian tersebut, perusahaan pada gilirannya akan mengalami kesulitan untuk memperkirakan risiko dan dampak terhadap kelangsungan bisnis perusahaan pada saat bencana tersebut terjadi. Solusi terbaik untuk mengelola ketidakpastian dan potensi kerugian dalam sebuah risiko yang dipicu oleh bencana adalah dengan menggunakan pendekatan Manajemen Risiko Bencana melalui Rencana Keberlangsungan Usaha. Berkaitan dengan hal tersebut, BPNB mengadakan kegiatan “Fasilitasi Lembaga Usaha dalam Penyusunan Bussiness Continuity Plan (BCP) pada Selasa, 7 Agustus 2018.

Kegiatan yang bertempat di Kawasan Wisata Pantai Teleng Ria Beach Resort Kabupaten Pacitan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Suko Wiyono. Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan Suko Wiyono mengatakan Kabupaten Pacitan menyambut baik fasilitasi lembaga usaha dalam penyusunan Bussiness Continuity Plan (BCP) dan berpesan kepada lembaga usaha khususnya UMKM bahwa dalam kegiatan ini walaupun tidak semua UMKM mengikuti kegiatan ini, tetap nantinya bagi UMKM yang hadir untuk dapat memberikan pengetahuan dan ilmu yang didapatkan pada kegiatan tersebut kepada UMKM yang tidak hadir.

Fasilitasi Lembaga Usaha dalam Penyusunan Bussiness Continuity Plan (BCP) menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Kasubdit Peran Lembaga Usaha BNPB Firza Ghozalba, Asisten Deputi Bidang Perlindungan Usaha Kementerian Koperasi dan UMKM Dra. Sri Istiati, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pacitan Drs. Windarto, dan Jemari Sakato. Peserta dalam kegiatan ini berasal dari BPBD Pacitan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas perindustrian perdagangan, Dinas komunikasi dan informatika, UMKM, Sektor swasta/BUMN, dan media.

Harapannya dalam kegiatan fasilitasi lembaga usaha dalam penyusunan Bussiness Continuity Plan (BCP) kepada sektor swasta/umkm dapat terbangun ketangguhan swasta/umkm dalam menghadapi risiko bencana di Indonesia. Selain itu, apa yang telah didapatkan dalam kegiatan ini dapat ditindaklanjuti oleh sektor swasta/umkm.(mrp)