PERSIAPAN GERAKAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA KEGIATAN SEKOLAH LAUT

SEKOLAH LAUT merupakan salah satu Gerakan Pengurangan Risiko Bencana yang diterapkan untuk wilayah-wilayah yang berada di pesisir pantai. Adapun maksud dan tujuan untuk meningkatkan kesadaran pemerintah, masyarakat dan komunitas lokal akan tingginya risiko bencana yang timbul di wilayah pesisir pantai selatan Pacitan. Pada kesempatan kali ini, BPBD Kabupaten Pacitan mengadakan Rapat Persiapan Kegiatan Sekolah Laut yang mengajak beberapa elemen dari pemerintahan daerah, pemerintah desa, TNI, POLRI, Kamladu (Pol Air dan TNI AL), dan beberapa komunitas antara lain Jolo Srono, Pacitan Sufing Club dan Forum komunitas hijau pada Rabu, 6 September 2017.

Tujuan dari kegiatan Sekolah Laut agar masyarakat bisa lebih sadar akan bencana alam demi Pacitan yang lebih aman dan tenteram, sesuai harapan dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Tri Mudjiharto di sela-sela sambutannya. Untuk itu diperlukan peran dari masyarakat dan komunitas-komunitas lokal yang sering bersinggungan dengan laut, serta dukungan dari program-program pemerintah untuk memberikan langkah-langkah yang positif ke depan. Saran dan usulan muncul di rapat tersebut mulai dari meningkatkan vegetasi di pesisir pantai seperti penanaman dan perawatan dari tanaman bakau, serta peningkatan perawatan dari “Green Belt” serta dukungan dari Kepolisian dan Kamladu untuk mensukseskan kegiatan ini. Strategi bagaimana metode dan model dalam kegiatan Sekolah Laut dapat mengikutsertakan komunitas-komunitas lokal yang nantinya akan terus berperan aktif dalam usaha Pengurangan Risiko Bencana di wilayah pesisir pantai Kabupaten Pacitan.

Kegiatan yang nantinya melibatkan 1000 relawan di Desa Kembang untuk melaksanakan bersih pesisir pantai dan penanaman vegetasi laut ini, diharapkan mampu mengembangkan kesadaran komunitas / relawan pesisir pantai dan lautan serta menumbuhkan jiwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sungai dan pantai sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga.