Simulasi Tanah Longsor pada Pawai Pembangunan

Dalam rangka memperingati dan memeriahkan HUT Republik Indonesia ke-72, Pemerintah daerah Kabupaten Pacitan mengadakan berbagai kegiatan salah satunya adalah pawai pembangunan. Kegiatan Pawai pembangunan ini diikuti oleh semua OPD, swasta, perbankan dan lainnya pada sabtu, 26 Agustus 2017.

Pada kegiatan tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ikut berpartisipasi. Adapun tema yang ditampilkan adalah bencana alam tanah longsor, atau sering disebut dengan istilah gerakan tanah. Kendaraan yang ditampilkan dalam kegiatan pawai pembangunan antara lain jenis truk serbaguna yang berfungsi dapat membantu mengurangi beban warga setempat ketika menjadi korban bencana alam dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di dalam mobil tersebut, jenis truk tangki yang berfungsi menyalurkan air bersih terutama kepada masyarakat yang terkena dampak bencana kekeringan, mobil evakuasi beserta kendaraan rescue jet sky yang berfungsi untuk evakuasi pada saat banjir dan laka laut serta satu kendaraan lagi untuk display ilustrasi bencana tanah longsor.

Pada saat pawai berlangsung, ditampilkan juga simulasi evakuasi korban tanah longsor dengan teknik vertical rescue oleh tim TRC BPBD, verifikasi data lapangan oleh tim DALA, penyampaian informasi oleh PUSDATIN sertas pengalihan jalur lalu-lintas oleh DISHUB. Ini merupakan bentuk sinergitas penanganan bencana alam.

Gerakan tanah adalah suatu konsekuensi fenomena dinamis alam untuk mencapai kondisi baru akibat gangguan keseimbangan lereng yang terjadi, baik secara alamiah maupun akibat ulah manusia. Berdasarkan data PVMBG dan BMKG serta data kajian lapangan, wilayah kabupaten pacitan sebagian besar berupa bukit terjal dengan kemiringan rata-rata diatas 30°, ini menunjukkan pada zona rawan kategori tinggi. Maka kebersamaan baik perencanaan, pengetahuan, tindakan pada lingkungan sangat kita butuhkan, pembangunan yang berwawasan lingkungan berkelanjutan guna mengurangi risiko bencana.

Berdasarkan hal tersebut, pada pawai pembangunan ini BPBD menunjukkan kepada masyarakat bahwa BPBD mengemban fungsi koordinasi pada pra bencana, fungsi komando pada saat bencana dan fungsi pelaksana pada pasca bencana. Dengan slogan ‘Pacitan Rawan Bencana, Mari Kita Siaga’ diharapkan kegiatan ini sebagai salah satu media untuk kembali meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana banjir dan tanah longsor yang datang sewaktu-waktu di sekitar kita. (mey)