TIM PVMBG MENINJAU GERAKAN TANAH DI KECAMATAN BANDAR & TULAKAN KAB. PACITAN

PACITAN – Wilayah Kabupaten Pacitan merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur yang termasuk zona rawan gerakan tanah dengan skala menengah hingga tinggi. Pada Bulan Maret s/d Mei 2017 berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Pacitan telah terjadi tanah amblas di Desa Gasang dan Desa Jetak Kecamatan Tulakan serta Dusun Spring Desa Bangunsari Kecamatan Bandar.

Berdasarkan laporan tersebut, Tim PVMBG yang dipimpin oleh Kasubid Mitigasi Gerakan Tanah Wilayah Barat, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dr. Sumaryono bersama Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kab. Pacitan, Diannitta Agustinawati, SE serta Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kab. Pacitan, Pujono, S.Sos, MM melakukan peninjauan lapangan. Sebelumnya, Tim PVMBG dan Tim BPBD Pacitan bertemu dengan Bupati Pacitan, Indartato untuk melakukan koordinasi sebelum melakukan peninjauan lapangan pada hari Rabu, 24 Mei 2017.

Tim kajian PVMBG melakukan peninjauan ke Dusun Spring Desa Bangunsari Kecamatan Bandar pada Rabu, 24 Mei 2017 untuk pemetaan retakan. Kesimpulan sementara hasil pemetaan retakan di wilayah tersebut, memiliki model gerakan tanah yang lambat dan struktur rekahannya tipis. Rekahan ini belum sampai membentuk tapal kuda hanya garis-garis silang dan lurus. Upaya yang dilakukan dalam mengurangi efek kerusakan yang ditimbulkan yaitu dengan tidak membangun rumah permanen disekitar lokasi justru disarankan membangun rumah semi permanen.

Sedangkan wilayah Desa Gasang Kecamatan Tulakan berdasarkan hasil sementara yang didapat pada Kamis, 25 Mei 2017 bahwa pergeseran tanah lebih tebal dari Dusun Spring Desa Bangunsari Kecamatan Bandar. Gerakan tanah memiliki tipikal yang lambat dengan durasi lebih intens. Retakan tanah membentuk tapal kuda dengan mahkota retakan melingkar di ujung jalan. Akibatnya tim PVMBG tidak menyarankan adanya bangunan yang permanen di lokasi terdampak dan merekomendasikan warga untuk direlokasi keluar daerah terdampak. Terdapat tujuh rumah dari enam KK yang berada di dalam area terdampak dengan lima KK yang sudah membongkar rumahnya dan direlokasi ke tempat yang lebih aman, sedangkan luas area yang terdampak sekitar lima hektar. Demikian upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah melalui BPBD diharapkan dapat mengurangi risiko bencana yang mungkin terjadi.