Desa Bomo Tanggap Bencana

Bertempat di Aula Goa Gong Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada Unit JI024 bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) menggelar sosialisasi dan pelatihan tanggap bencana Desa Bomo Kecamatan Punung. (12/1)

Desa Bomo merupakan wilayah dengan potensi bencana alam pada daerah karst. Aktivitas masyarakat seperti penambangan atau pengerukan dinding batuan dapat menyebabkan adanya potensi bencana, akibat adanya rockfall. Dalam lingkup pariwisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Goa Gong perlu memahami tahapan ketika terjadi bencana terutama di tempat pariwisata.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai elemen masyarakat yang berada di kawasan wisata Goa Gong. Keselamatan menjadi faktor utama di kawasan objek wisata. Risiko yang cukup tinggi menjadi alasan mengapa masyarakat harus memahami bencana yang ada. Mengingat kondisi alam yang dinamis menjadikan potensi ancaman bencana yang semakin kompleks.

Berlian Prasasti M H selaku koordinator menjelaskan selain potensi wisata yang dimiliki, Desa Bomo yang notabene berada di daerah karst juga menyimpan potensi bencana alam.

“Banyaknya pengunjung di wisata alam juga dapat berpengaruh pada penggunaan lahan
karst. Salah satunya di lokasi wisata alam Goa Gong ini.” jelasnya

Dia berharap kedepannya dengan adanya sosialisasi dan pelatihan tanggap bencana dapat menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif ketika terjadi bencana. (BPBD/PemkabPacitan)