Pacitan Menuju Kota Tangguh Bencana

Sebagai upaya pengurangan resiko bencana dan menghadapi perubahan iklim, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2021 berkolaborasi dengan BPBD Pacitan menggelar diskusi Tematik 3 yang bertajuk Pengurangan Risiko Bencana via zoom meeting, (4/11).

Acara diskusi tersebut melibatkan sebanyak 33 LKM (Lembaga Keswadayaan Masyarakat) yang ada di Kabupaten Pacitan.

Penanggulangan bencana merupakan urusan bersama. Lembaga masyarakat yang merupakan salah satu unsur dalam pentahelix, mempunyai peran penting dalam penanggulangan bencana salah satunya dengan terus mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki.

Mulai dari mengenali ancaman bencananya, pengurangan resiko bencana dan menyiapkan strateginya. Hal ini tentu sejalan dengan Visi Misi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji yang memprioritaskan percepatan pembangunan baik fisik maupun non fisik.

“Pacitan rawan bencana. Kenyataan ini mendorong kita untuk mempersiapkan diri, keluarga, dan komunitas di sekitar kita. Kesiapsiagaan diri diharapkan mampu untuk mengantisipasi ancaman bencana dan meminimalkan korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan infrastruktur” terang Diannita Agustina Wati, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Pacitan.

Program Kotaku sendiri merupakan program untuk membangun sistem yang terpadu untuk penanganan permukiman kumuh, dimana pemerintah daerah memimpin dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam perencanaan maupun implementasinya, serta mengedepankan partisipasi masyarakat.

Lebih jauh lagi, LKM akan menjadi bagian dari Forum pengurangan resiko bencana sebagai agen kebencanaan sesuai dengan bidang dari program Kotaku.