
/ Berita / By Tasril Mulyadi
Pacitan, (siagabencana.com) Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Bencana Universitas Pembangunan “Veteran” Yogyakarta melaksanakan kunjungan akademik ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ekskursi kebencanaan atau kuliah lapangan yang berlangsung selama tiga hari di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Senin (22/6).
Kunjungan ke BPBD Pacitan menjadi salah satu agenda penting untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai tata kelola penanggulangan bencana di tingkat daerah, sekaligus melihat secara langsung implementasi kebijakan pengurangan risiko bencana yang dilakukan pemerintah daerah.

Sebelumnya, mahasiswa telah melakukan observasi dan pembelajaran lapangan di berbagai lokasi yang memiliki nilai penting dalam kajian kebencanaan, geologi, lingkungan, dan mitigasi bencana. Lokasi yang dikunjungi antara lain Museum Gunungapi Merapi, Situs Candi Losari, Candi Ngawen, Kali Sileng, Jejak Rawa Purba Borobudur, ITF Bawuran Bantul, Tugu Peringatan Gempa Bantul 2006, Gumuk Pasir Parangkusumo, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Parangtritis, Museum Karst Indonesia, Banyu Anget Tirto Husodo Pacitan, Kawasan Konservasi Mangrove Watumejo, serta Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.
Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa mempelajari berbagai aspek kebencanaan, mulai dari ancaman erupsi gunung api, aktivitas sesar aktif, konservasi pesisir, pengelolaan sampah, mitigasi berbasis masyarakat, hingga tata kelola sistem penanggulangan bencana di daerah.
Dalam sesi diskusi di BPBD Pacitan, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai karakteristik ancaman bencana yang dihadapi Kabupaten Pacitan, seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, dan kekeringan. Selain itu, BPBD Pacitan juga memaparkan berbagai program pengurangan risiko bencana yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun ketangguhan daerah.
Perwakilan mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Bencana, Severinus L Budiman asal Kupang, NTT menyampaikan bahwa kuliah lapangan merupakan media pembelajaran yang penting untuk menghubungkan teori di kelas dengan realitas di lapangan.
“Kuliah lapangan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai keterkaitan antara kondisi geologi, lingkungan, sejarah bencana, serta tata kelola kebencanaan sebagai dasar dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengamati berbagai fenomena alam, peninggalan sejarah, infrastruktur mitigasi, serta praktik pengurangan risiko bencana yang berkembang di masyarakat dan pemerintah daerah.
Tentang Program Studi Magister Manajemen Bencana UPN “Veteran” Yogyakarta
Program Studi Magister Manajemen Bencana (MMB) UPN “Veteran” Yogyakarta merupakan program pendidikan pascasarjana yang berada di bawah Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME). Program studi ini bertujuan mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu membentuk dan mendorong terwujudnya masyarakat yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi bencana.
Ketangguhan dan kemandirian masyarakat menjadi ciri khas Program Studi MMB UPN “Veteran” Yogyakarta yang membedakannya dari program studi sejenis di perguruan tinggi lain. Pendekatan yang dikembangkan menitikberatkan pada penguatan kapasitas masyarakat berbasis kemampuan dan sumber daya lokal sebagai pengembangan dari konsep Manajemen Bencana Berbasis Komunitas (Community-Based Disaster Management).
Lulusan Program Studi MMB tidak hanya dipersiapkan menjadi ahli manajemen bencana, tetapi juga fasilitator yang mampu mendampingi masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ketangguhan terhadap bencana. Untuk mendukung tujuan tersebut, Program Studi MMB menawarkan tiga bidang peminatan, yaitu Manajemen Risiko Bencana, Manajemen Kedaruratan Bencana, dan Manajemen Pemulihan Bencana, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pengelolaan bencana secara komprehensif dari fase prabencana, saat bencana, hingga pascabencana.
Penulis merupakan praktisi kebencanaan yang saat ini sedang menempuh pendidikan pada Program Studi Magister Manajemen Bencana, UPN “Veteran” Yogyakarta.
